Sejarah baru di dunia antariksa kembali tercipta. China kini resmi menjadi negara kedua di dunia yang berhasil mendaratkan kembali booster roket peluncur untuk digunakan ulang, menyusul jejak kesuksesan yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat melalui perusahaan kedirgantaraan SpaceX.
Pencapaian luar biasa ini menandai babak baru dalam kompetisi teknologi luar angkasa global. Kemampuan untuk menggunakan kembali komponen roket dinilai menjadi kunci utama dalam memangkas biaya misi antariksa secara signifikan di masa depan.
Menyusul Langkah SpaceX Sejak 2015
Keberhasilan China ini menempatkan mereka di posisi sejajar dengan Amerika Serikat dalam penguasaan teknologi peluncuran roket yang efisien. Sebelumnya, teknologi pendaratan booster roket untuk dipakai kembali (reusable rocket booster) pertama kali dipelopori oleh SpaceX, perusahaan asal AS, yang telah sukses melakukannya sejak tahun 2015 silam.

Also Read
Dengan berhasilnya misi pendaratan booster roket ini, China membuktikan kesiapan teknologi kedirgantaraannya dalam mendukung keberlanjutan eksplorasi ruang angkasa yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.














