Jakarta, GerhanaIndonesia – Pertandingan pekan ke-19 Liga Inggris di Stadion Emirates menyajikan drama menarik. Arsenal berhasil mengalahkan Aston Villa dengan skor telak 4-1 pada Rabu (31/12) dini hari WIB. Namun, bukan hanya hasil pertandingan yang menjadi sorotan, tetapi juga sikap pelatih Aston Villa, Unai Emery, yang menolak berjabat tangan dengan pelatih Arsenal, Mikel Arteta, setelah pertandingan berakhir.
Kemenangan Arsenal menjadi kado manis penutup tahun, sekaligus mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Liga Inggris. Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Aston Villa dan Unai Emery.
Arsenal Unggul Telak atas Aston Villa
Kemenangan Arsenal ditentukan oleh gol-gol dari Gabriel Magalhaes, Martin Zubimendi, Leandro Trossard, dan Gabriel Jesus. Sementara itu, gol semata wayang Aston Villa dicetak oleh Ollie Watkins.

Also Read
Hasil ini membawa Arsenal menutup tahun dengan manis, bertengger kokoh di puncak klasemen sementara Liga Inggris. Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi The Gunners untuk mengarungi paruh kedua musim.
Unai Emery Menolak Jabat Tangan Arteta
Kekecewaan Unai Emery atas kekalahan timnya sangat terlihat jelas. Setelah peluit panjang berbunyi, Emery langsung meninggalkan lapangan tanpa bersalaman dengan Mikel Arteta.
Sikap Emery ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun @the_nomad_post di media sosial. Video tersebut menunjukkan Arteta sempat mencari Emery di bangku cadangan Aston Villa, sebelum akhirnya menyambangi para pemain Arsenal.
Rekor Buruk Emery di Emirates
Kekalahan ini semakin menambah catatan buruk Unai Emery ketika bertandang ke Emirates. Sejak tahun 2016, saat masih melatih Paris Saint-Germain, Emery belum pernah sekalipun meraih kemenangan di stadion kebanggaan Arsenal tersebut.
Sikap Emery yang menolak berjabat tangan dengan Arteta menjadi sorotan utama setelah pertandingan. Hal ini mencerminkan kekecewaan mendalam atas hasil yang diraih Aston Villa.
Pertandingan ini menyajikan drama yang tak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di pinggir lapangan. Sikap Unai Emery menjadi bukti betapa sengitnya persaingan di dunia sepak bola, khususnya di Liga Inggris.
(sry/sry/sry)

















