Jakarta, GerhanaIndonesia – Luka Modric mengungkapkan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan AC Milan setelah meninggalkan Real Madrid adalah impian masa kecil yang akhirnya terwujud. Keputusan ini diambil Modric untuk memenuhi hasrat yang telah lama ia pendam.
Pemain sepak bola kenamaan ini mengaku bahwa dirinya adalah penggemar berat AC Milan sejak kecil. Ketertarikannya pada klub asal Italia ini tak lepas dari sosok Zvonimir Boban, seniornya di timnas Kroasia yang juga menjadi idola Modric.
Alasan Memilih AC Milan
Modric mengungkapkan kecintaannya pada AC Milan berakar dari kekagumannya pada Zvonimir Boban, yang juga merupakan kapten Kroasia pada Piala Dunia 1998.

Also Read
Kekaguman pada Zvonimir Boban
“Saya adalah penggemar Milan karena pahlawan masa kecil saya: Zvonimir Boban, kapten Kroasia yang hampir saja memenangkan Piala Dunia 1998,” ungkap Modric, seperti dikutip dari Corriere della Sera.
Modric mengakui bahwa kesempatan bermain untuk Milan tidak pernah ia duga sebelumnya. Namun, ia selalu menyimpan keinginan untuk bermain bagi klub tersebut dalam hatinya.
Kejutan dalam Karier
“Hidup selalu memberikan kejutan pada dirimu. Sebuah hal bisa saja terjadi dengan cara yang dikira tidak mungkin.”
Modric mengakui bahwa ia sempat berpikir akan mengakhiri kariernya di Real Madrid. Namun, ia juga selalu membayangkan bermain untuk Milan jika harus pindah klub.
“Saya sudah yakin bahwa saya akan mengakhiri karier di Real Madrid namu saya juga selalu berpikir seperti ini: Bila saya bakal punya tim lain, itu adalah Milan. Jadi saya di sini untuk menang,” tutur Modric.
Target dan Fokus Bersama Milan
Modric memiliki target tinggi bersama AC Milan, yaitu meraih gelar scudetto. Namun, ia juga menekankan pentingnya fokus pada setiap pertandingan.
Target Scudetto
Modric mengungkapkan harapannya untuk membawa Milan meraih scudetto. Ia menyadari pentingnya meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.
“Di Milan, pemain harus selalu main untuk menang, hanya untuk menang.”
Fokus Pertandingan ke Pertandingan
Modric menekankan pentingnya fokus pada setiap pertandingan dan menghindari terlalu banyak perencanaan jangka panjang.
“Mungkin saja [menang di musim ini]. Namun itu masih terlalu jauh. Di sepak bola, seorang pemain harus berpikir dari laga ke laga. Bila seorang pemain merencanakan beberapa bulan ke depan, hal itu akan membuatnya kalah,” kata Modric.

















