Perayaan Hari Raya Natal yang jatuh pada 25 Desember diperingati secara global sebagai hari kelahiran Yesus Kristus. Namun, menariknya, banyak pakar yang mempertanyakan kebenaran tanggal tersebut sebagai hari kelahiran Yesus secara historis. Pertanyaan ini memicu berbagai penelitian untuk mengungkap kaitan tanggal perayaan dengan sosok Yesus.
Misteri Tanggal Kelahiran Yesus
Hingga kini, tidak ada kepastian mengenai kapan tepatnya Yesus lahir. Sejumlah ahli memperkirakan kelahiran Yesus terjadi antara tahun 6 SM dan 4 SM. Perkiraan ini didasarkan pada catatan Alkitab mengenai Raja Herodes Agung.
Penentuan tahun kelahiran Yesus masih menjadi perdebatan panjang di kalangan ilmuwan. Sebagian besar ahli, mengikuti catatan sejarawan Romawi yang menyebut Herodes meninggal pada tahun 4 SM. Namun, ada pula yang meragukan peristiwa pembantaian bayi oleh Herodes karena dianggap tidak memiliki bukti sejarah yang kuat.

Also Read
Upaya Astronomi dalam Penentuan Tanggal
Para astronom juga mencoba menghubungkan fenomena “Bintang Betlehem” dengan peristiwa langit untuk menentukan waktu kelahiran. Artikel dalam Quarterly Journal of the Royal Astronomical Society pada 1991 mengusulkan bahwa bintang tersebut adalah komet yang bergerak lambat, yang tercatat oleh pengamat Tiongkok pada tahun 5 SM.
Selain itu, bulan kelahiran Yesus juga menjadi perdebatan. Beberapa teori menyebut Bintang Betlehem adalah Venus dan Jupiter yang bersatu pada Juni 2 SM. Kemungkinan lainnya adalah konjungsi Saturnus dan Jupiter pada Oktober 7 SM. Bahkan, ada spekulasi bahwa Yesus lahir pada musim semi.
Asal-usul Perayaan 25 Desember
Mengapa tanggal 25 Desember dipilih sebagai hari kelahiran Yesus? Ada beberapa teori utama yang menjelaskan hal ini. Salah satu teori menyebutkan keinginan Gereja Katolik Roma untuk menyelaraskan perayaan dengan fenomena titik balik Matahari musim dingin dan festival Saturnalia bangsa Romawi.
Teori “Sejarah Agama” menyatakan bahwa umat Kristiani awal mengadopsi tanggal 25 Desember berdasarkan hari raya Sol Invictus (Dewa Matahari) di era Kekaisaran Romawi. Terdapat juga teori “komputasi” yang menyebutkan bahwa kaum Kristiani awal menggunakan perhitungan tertentu.
Teori dan Perdebatan
Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa perayaan Natal pada 25 Desember mungkin sudah ada sebelum perayaan Sol Invictus. Nothaft mengatakan bahwa sebagian besar ilmuwan setuju bahwa pesta itu berasal dari tahun 274 Masehi. Allen berpendapat bahwa tanggal tersebut diperkenalkan ke dalam kalender Kristiani pada Abad ke-4 Masehi oleh Kaisar Roma, Konstantin.
Teori Komputasi
Teori komputasi mengaitkan tanggal tersebut dengan waktu penyaliban Yesus. Umat Kristiani awal percaya hari penyaliban Yesus terjadi pada 25 Maret. Mereka menambahkan sembilan bulan untuk sampai pada tanggal 25 Desember. Namun, alasan di balik pengasosiasian tanggal 25 Maret sebagai tanggal konsepsi sekaligus penyaliban Yesus tidaklah jelas.
Terlepas dari berbagai teori dan perdebatan, perayaan Natal tetap menjadi momen penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Perayaan ini bukan hanya sekadar perayaan kelahiran Yesus, tetapi juga menjadi waktu untuk merenungkan makna iman, kasih, dan harapan.













