Jakarta, GerhanaIndonesia – India memamerkan permata suci kuno yang terkait dengan Buddha untuk pertama kalinya setelah lebih dari satu abad benda-benda tersebut diambil pada masa kolonial.
Peristiwa ini menandai momen bersejarah bagi para pecinta sejarah dan budaya, khususnya mereka yang menghormati ajaran Buddha. Permata yang dikenal sebagai Permata Piprahwa ini, terdiri dari lebih dari 300 batu dan perhiasan berharga yang dipercaya dikuburkan bersama relik Buddha.
Permata Piprahwa: Warisan Berharga yang Dipamerkan
Koleksi berharga ini kini dipamerkan dalam sebuah pameran di New Delhi, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung peninggalan bersejarah ini. Permata ini diperkirakan berasal dari sekitar tahun 200 SM dan ditemukan pada tahun 1898.

Also Read
Penemuan permata ini oleh insinyur kolonial Inggris, William Claxton Peppe, di Piprahwa, Uttar Pradesh, menjadi tonggak penting. Di antara temuan tersebut terdapat wadah dengan tulisan yang menegaskan bahwa isinya, termasuk fragmen tulang, adalah relik Sang Buddha.
Sejarah Singkat Permata Piprahwa
Permata Piprahwa telah melalui perjalanan panjang. Setelah ditemukan, sebagian besar harta diserahkan ke otoritas kolonial dan disimpan di Museum India di Kolkata. Namun, sebagian permata tetap disimpan oleh keluarga Peppe selama lebih dari satu abad.
Pada Mei 2023, cicit Peppe berencana untuk melelang permata tersebut di Sotheby’s Hong Kong dengan harga awal US$1,2 juta. Namun, rencana itu batal setelah pemerintah India menyatakan bahwa permata tersebut adalah warisan keagamaan dan budaya yang tak terpisahkan milik India dan komunitas Buddha dunia.
Pembelian dan Pemulihan Permata
Permata Piprahwa akhirnya dibeli oleh konglomerat India, Godrej Industries Group bekerja sama dengan pemerintah India. Meskipun harga pembelian dirahasiakan, langkah ini memastikan bahwa permata tersebut tetap berada di India dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Kementerian Kebudayaan India menyebutkan, pameran ini adalah yang pertama sejak penggalian oleh pihak Inggris pada tahun 1898. Hal ini menegaskan pentingnya peristiwa ini dalam konteks sejarah dan budaya India.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang membuka pameran tersebut, menyebut hari itu sebagai “hari yang sangat istimewa bagi mereka yang mencintai sejarah, budaya, dan ajaran Sang Buddha.”
Kini, Permata Piprahwa kembali menjadi bagian dari warisan budaya India, menginspirasi dan mengingatkan kita akan sejarah dan nilai-nilai spiritual yang luhur.
Kementerian Kebudayaan India menyampaikan pernyataan tentang peristiwa bersejarah ini:
“Peristiwa bersejarah ini menandai bersatunya kembali relik permata Piprahwa milik Sang Buddha, yang dipulangkan setelah 127 tahun,”













