Google menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam produksi dan penjualan Chromebook secara langsung, termasuk dalam penentuan harga jual. Perusahaan teknologi raksasa ini hanya berfokus pada pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap berbagai pertanyaan terkait peran Google dalam pengadaan perangkat Chromebook di Indonesia.
Penting untuk dipahami bahwa Google memiliki peran yang sangat spesifik dalam ekosistem Chromebook. Mereka tidak memproduksi atau menjual perangkat secara langsung kepada konsumen. Sebaliknya, Google mengembangkan dan memberikan lisensi sistem operasi ChromeOS kepada mitra-mitra mereka, yang kemudian bertanggung jawab atas produksi dan penjualan Chromebook.
Peran Google dalam Ekosistem Chromebook
Perwakilan Google menjelaskan secara rinci tentang peran mereka dalam ekosistem Chromebook.

Also Read
Fokus pada Sistem Operasi dan Alat Pengelolaan
“Google tidak memproduksi atau menjual Chromebook secara langsung kepada pelanggan akhir, dan kami juga tidak menentukan harga. Peran kami secara tegas terbatas pada pengembangan dan pemberian lisensi sistem operasi (ChromeOS) serta alat pengelolaan kepada mitra-mitra kami,” demikian pernyataan perwakilan Google pada Jumat (9/1).
Keterlibatan Produsen dan Mitra Lokal
Proses pengadaan Chromebook sepenuhnya dikelola oleh produsen peralatan asli (Original Equipment Manufacturers/OEM) yang independen dan mitra lokal. Hal ini memastikan adanya kendali penuh dan transparansi dari Kementerian Pendidikan dalam pengadaan perangkat keras yang kompetitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu Investasi di Gojek
Selain itu, Google juga membantah adanya keterkaitan antara investasi mereka di Gojek dengan pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan. Investasi tersebut sebagian besar dilakukan sebelum Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan.
Penjelasan Google
“Google, bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan,” jelas perwakilan Google.
Google menegaskan bahwa investasi mereka pada entitas terkait Gojek tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang mereka dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia atau kerja samanya dengan Kementerian Pendidikan.
Pernyataan Google
“Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google,” ujarnya.
Isu investasi Google ke Gojek ini muncul dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada program digitalisasi pendidikan tahun 2019-2022 dengan terdakwa Nadiem Makarim di PN Tipikor.
Chromebook dan CDM: Solusi untuk Pendidikan
Google mengklaim Chromebook adalah perangkat nomor satu di dunia untuk pendidikan K-12 (TK-SMA), dengan lebih dari 50 juta siswa dan pendidik yang menggunakannya di seluruh dunia.
Penggunaan Chromebook di Indonesia
“Di Indonesia, fokus kami selalu pada upaya mewujudkan cita-cita pembelajaran digital jangka panjang melalui Chromebook. Jutaan pendidik dan siswa dari Sabang sampai Merauke, serta lebih dari 80.000 sekolah di seluruh negeri, telah berhasil menggunakan Chromebook untuk membantu mengoptimalkan pembelajaran, bahkan di wilayah-wilayah terluar di Indonesia,” jelas perwakilan Google.
Chromebook dirancang untuk penggunaan berbasis cloud, namun tetap memiliki kemampuan untuk digunakan secara offline. Hal ini memungkinkan siswa untuk tetap membuat dokumen, mengelola file, dan menggunakan aplikasi bahkan tanpa koneksi internet.
Kesesuaian dengan Regulasi
Perangkat ini juga memenuhi persyaratan dalam peraturan Kementerian serta panduan pengadaan lokal (DAK Fisik) dari Kementerian Pendidikan, yang merujuk adanya solusi digital yang holistik, seperti memasangkan perangkat dengan infrastruktur penunjang konektivitas seperti router dan verifikasi kelistrikan.
Chrome Education Upgrade (CEU)
Google menyediakan lisensi Chrome Education Upgrade (CEU), yang sebelumnya dikenal sebagai “Chrome Device Management”. CEU adalah sistem pengelolaan dan infrastruktur keamanan yang penting untuk melindungi aset publik.
Pernyataan Google
“Sebagai standar yang digunakan di seluruh dunia, CEU memberikan Kementerian hingga sekolah kendali untuk mengatur perangkat dari satu sistem terpadu, menyaring konten negatif, hingga mengunci perangkat jika hilang,” kata perwakilan Google.
“Ini adalah cara kami memastikan investasi Pemerintah tetap aman dan bermanfaat untuk jangka panjang,” tambahnya.
Dengan demikian, GerhanaIndonesia merangkum bahwa Google menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan digital di Indonesia melalui penyediaan sistem operasi ChromeOS dan alat pengelolaan, sementara produksi dan penjualan perangkat Chromebook dilakukan oleh mitra-mitra mereka.













