Jakarta, GerhanaIndonesia – Sebuah studi terbaru mengungkapkan potensi Bulan sebagai ‘kuburan’ bagi pesawat antariksa dan satelit. Sejumlah wilayah di satelit alami Bumi ini kini dipertimbangkan sebagai lokasi pembuangan satelit dan wahana luar angkasa yang sudah tidak berfungsi.
Peningkatan jumlah satelit yang mengorbit Bulan diperkirakan akan terjadi secara signifikan dalam dua dekade mendatang. Hal ini seiring dengan ambisi badan antariksa dan perusahaan swasta untuk membangun pangkalan di Bulan, melakukan eksperimen penambangan, serta mendirikan instrumen ilmiah di permukaannya yang gersang.
Bulan: Tempat Pembuangan Sampah Antariksa?
Menurut laporan dari The Guardian, peningkatan aktivitas ini akan didukung oleh konstelasi satelit Bulan yang berfungsi untuk penentuan posisi, navigasi, dan komunikasi. Namun, ketika satelit kehabisan bahan bakar, satu-satunya pilihan bagi operator adalah mengarahkannya ke permukaan Bulan, tempat satelit akan hancur.

Also Read
Fionagh Thomson, seorang peneliti senior dari Universitas Durham, yang memimpin panel ahli tentang masalah ini dalam pertemuan Space-Comm di Glasgow, menyatakan bahwa satelit-satelit ini berpotensi menjadi tempat pembuangan sampah.
Dampak Potensial ‘Kuburan Massal’
Para peneliti mengkhawatirkan dampak dari Bulan yang menjadi ‘kuburan massal’ satelit dan wahana antariksa lainnya. Kerusakan pada instrumen ilmiah, situs bersejarah seperti jejak kaki astronaut pertama, dan situs-situs ilmiah lainnya menjadi perhatian utama.
Tabrakan dengan kecepatan 1,2 mil per detik dapat menghasilkan getaran intens yang mengganggu instrumen ilmiah sensitif. Dampaknya diperkirakan akan membentang hingga puluhan meter, menciptakan awan debu abrasif yang dapat menghalangi teleskop dan merusak peralatan.
Ian Crawford dari Birkbeck, University of London, mengatakan bahwa meskipun masalah ini belum mendesak mengingat luas permukaan Bulan, semakin banyak satelit yang ada, semakin besar kemungkinan beberapa di antaranya menabrak lokasi yang sensitif secara ilmiah atau budaya.
Ia menambahkan, “Kita memang membutuhkan rencana ke depan.”
Solusi untuk Pembuangan Satelit
Operator satelit secara rutin menggunakan atmosfer Bumi untuk membuang satelit yang tidak berfungsi. Namun, karena Bulan tidak memiliki atmosfer, solusi alternatif diperlukan.
Lebih dari 400 misi Bulan direncanakan dalam dua dekade mendatang, termasuk Lunar Gateway yang dipimpin NASA, serta kamp basis Artemis di permukaan Bulan. China dan Rusia juga berencana membangun pangkalan Bulan kedua.
European Space Agency (ESA) akan meluncurkan satelit Lunar Pathfinder tahun depan. Satelit ini akan berfungsi sebagai platform uji coba untuk konstelasi satelit bulan Moonlight milik ESA, yang diperkirakan beroperasi pada tahun 2030.
Tiga opsi utama sedang dipertimbangkan untuk pembuangan satelit: melengkapi satelit dengan unit propulsi untuk mengorbit Matahari (relatif mahal), memindahkan satelit ke orbit Bulan yang lebih jauh (menantang karena medan gravitasi Bulan), atau menabrakkan satelit ke permukaan Bulan (memerlukan perencanaan cermat).
Sarah Boyall, Kepala Kantor Regulasi Badan Antariksa Inggris, menyatakan bahwa Tim Tindakan PBB untuk Konsultasi Aktivitas Bulan (ATLAC) dan Komite Koordinasi Sampah Antariksa Antar-Lembaga (IADC) sedang bekerja untuk menetapkan praktik terbaik dalam pembuangan satelit Bulan.
Salah satu opsi utama adalah kuburan satelit, di mana operator diwajibkan menabrakkan satelit tua di lokasi yang ditentukan atau ke kawah raksasa.
Pendekatan yang Direkomendasikan
Baik Badan Antariksa Inggris maupun penandatangan Perjanjian Artemis AS sedang mengejar pendekatan ini.
Ben Hooper, manajer proyek senior untuk Lunar Pathfinder di SSTL, produsen satelit berbasis di Surrey, berpendapat bahwa menetapkan zona kuburan di Bulan adalah solusi paling praktis.
Ia menambahkan, “Menetapkan wilayah tertentu sebagai ‘zona dampak’ akan membatasi penyebaran artefak manusia di permukaan bulan, sehingga area lain dapat dipertahankan untuk eksplorasi ilmiah dan operasi di masa depan.”
Charles Cranstoun, kepala kantor program Moonlight ESA, menjelaskan bahwa satelit akan ditabrakkan secara terkendali di zona tertentu untuk menghindari lokasi bernilai ilmiah dan historis, serta misi yang sedang berlangsung.
John Zarnecki, profesor emeritus ilmu antariksa di Open University, mengemukakan bahwa penabrakan satelit di zona kuburan satelit dapat dimanfaatkan untuk tujuan seismologi, memberikan wawasan tentang struktur Bulan.
Berikut adalah pernyataan John Zarnecki:
“Jika Anda memiliki objek dengan massa, geometri, dan kecepatan yang diketahui, dan Anda tahu di mana objek tersebut menabrak, itu adalah eksperimen seismologi yang fantastis.”
(wpj/dmi)













