Jakarta, GerhanaIndonesia – Sebuah fenomena langit yang menakjubkan terjadi di Jepang pada Jumat dini hari (26/12). Sebuah meteor melintas dengan cepat di atas Gunung Fuji, meninggalkan jejak cahaya yang memukau. Peristiwa ini berhasil terekam oleh kamera CCTV yang dipasang di Museum Kota Hiratsuka, memberikan kesempatan langka untuk menyaksikan keindahan alam semesta.
Rekaman CCTV tersebut menampilkan bola api terang yang melintasi langit malam, menyala dengan intensitas tinggi sebelum akhirnya menghilang dalam hitungan detik. Kejadian ini tidak hanya menjadi tontonan yang menarik, tetapi juga memicu rasa ingin tahu tentang komposisi dan asal-usul meteor tersebut. Mari kita simak lebih lanjut mengenai fenomena langka ini.
Rekaman CCTV Menangkap Momen Langka
Museum Kota Hiratsuka berhasil merekam momen saat meteor melintasi langit di atas Gunung Fuji. Rekaman tersebut menunjukkan objek bercahaya yang bergerak cepat melintasi bingkai kamera.

Also Read
Kejadian ini bertepatan dengan peningkatan kewaspadaan di wilayah Gunung Fuji. Sistem pemantauan canggih telah dipasang untuk memantau aktivitas geologis dan atmosfer.
Video tersebut dengan cepat menyebar di media sosial, memukau banyak orang dengan kejernihannya. Meskipun tidak ada suara dalam rekaman tersebut, visual yang disajikan sudah cukup untuk membuat banyak orang takjub.
Analisis Penampakan Meteor
Berdasarkan rekaman video, meteor tersebut sepertinya telah terbakar habis sepenuhnya di atmosfer atas.
Komposisi Kimia dan Warna-warni Meteor
Fenomena meteor yang bersinar seringkali memancarkan berbagai warna. Perbedaan warna ini disebabkan oleh unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Misalnya, natrium menghasilkan cahaya kuning, sedangkan magnesium dapat memancarkan cahaya biru atau hijau.
Kilatan warna-warni memberikan dampak visual yang mencolok saat pengamatan. Warna-warna ini terjadi karena ionisasi atom-atom tertentu ketika meteor mencapai kecepatan dan suhu yang sangat tinggi saat memasuki atmosfer.
Jejak cahaya yang dihasilkan berfungsi sebagai sidik jari komposisi meteor, yang memberikan petunjuk mengenai asal-usulnya.
Meskipun belum ada analisis resmi yang mengonfirmasi komposisi spesifik bola api ini, jejak cahaya berwarna cerah menyiratkan adanya campuran material yang kompleks, kemungkinan besar berasal dari objek langit alami.
Wilayah sekitar Gunung Fuji terus dipantau karena sejarah gunung berapi tersebut dan potensi ancamannya.
Meskipun meteor tidak menimbulkan bahaya, benda langit tersebut terdeteksi berkat infrastruktur pemantauan yang sama yang dirancang untuk memberikan peringatan dini mengenai aktivitas vulkanik atau seismik.
(dmi/dmi)













