Piala Dunia 2026 – Striker tim nasional Swiss, Breel Embolo, mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dengan cara yang tidak biasa. Pemain depan tersebut resmi menjadi korban pertama dari implementasi aturan baru Video Assistant Referee (VAR) terkait kesalahan identitas (mistaken identity) dalam turnamen akbar ini.
Momen bersejarah sekaligus merugikan bagi Swiss ini terjadi di tengah laga sengit babak perempat final Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan tersebut, langkah Swiss harus terhenti setelah dipaksa mengakui keunggulan Argentina dengan skor akhir 1-3.
Aturan Baru VAR ‘Mistaken Identity’ di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 memperkenalkan beberapa penyesuaian regulasi teknologi untuk meningkatkan keadilan di lapangan, salah satunya adalah penanganan kesalahan identitas oleh wasit. Aturan baru VAR ini dirancang untuk mengoreksi keputusan wasit utama ketika memberikan kartu kuning atau kartu merah kepada pemain yang salah.

Also Read
Dalam laga perempat final melawan Argentina, Breel Embolo menjadi pemain pertama yang terkena dampak langsung dari penerapan peninjauan kesalahan identitas tersebut. Insiden ini menarik perhatian besar dari pengamat sepak bola karena menjadi preseden pertama sepanjang sejarah turnamen Piala Dunia dengan sistem VAR yang diperbarui.
Kekalahan Swiss di Babak Perempat Final
Terlepas dari drama VAR yang menimpa Embolo, Swiss harus menyudahi mimpi mereka untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026. Kekalahan 1-3 dari Argentina memastikan tiket semifinal jatuh ke tangan tim nasional Argentina, sementara Swiss harus pulang setelah perjuangan keras mereka hingga babak delapan besar.
Hingga saat ini, keputusan terkait implementasi aturan baru VAR terus menjadi bahan evaluasi oleh badan sepak bola dunia demi memastikan jalannya pertandingan yang lebih bersih dan adil bagi seluruh tim yang bertanding.














