Jakarta, GerhanaIndonesia – Penemuan arkeologis terbaru di bawah Gereja Holy Sepulchre di Yerusalem telah mengungkap petunjuk menarik tentang keberadaan kebun kuno. Temuan ini sangat relevan dengan deskripsi yang terdapat dalam Alkitab, memberikan wawasan baru tentang lokasi yang diyakini sebagai tempat penyaliban dan penguburan Yesus Kristus.
Gereja Holy Sepulchre, yang menjadi tempat ziarah utama bagi umat Kristen di seluruh dunia, kini menyimpan lebih banyak rahasia di bawahnya. Penggalian yang dilakukan para arkeolog berhasil menemukan bukti-bukti yang mengarah pada keberadaan kebun yang kemungkinan besar sesuai dengan narasi Alkitab.
Penemuan di Bawah Gereja Holy Sepulchre
Para arkeolog menemukan bukti adanya tanaman zaitun dan anggur yang diperkirakan berusia 2.000 tahun. Hal ini sesuai dengan kisah dalam Injil Yohanes yang menceritakan tentang tempat Yesus disalibkan dan dimakamkan.

Also Read
Injil Yohanes menyebutkan secara spesifik tentang keberadaan kebun di lokasi penyaliban. Penemuan ini memberikan bukti fisik yang mendukung narasi tersebut.
Penemuan ini juga menarik perhatian para peneliti karena relevansinya dengan Injil.
Kutipan dari Injil Yohanes
Injil Yohanes memberikan deskripsi rinci mengenai lokasi penyaliban Yesus. Deskripsi tersebut menjadi dasar bagi penemuan arkeologis ini.
Berikut adalah kutipan langsung dari Injil Yohanes:
“Di tempat di mana Dia disalibkan, ada sebuah kebun, dan di kebun itu ada sebuah kuburan baru yang belum pernah digunakan untuk menguburkan siapa pun,”
Pernyataan Arkeolog
Francesca Romana Stasolla, seorang Profesor Arkeologi Kristen dan Abad Pertengahan di Universitas “La Sapienza” Roma, memberikan komentar mengenai penemuan ini. Ia menekankan pentingnya temuan ini dalam kaitannya dengan narasi Injil.
Menurut Stasolla yang dikutip dari The Independent, temuan ini sangat menarik karena sesuai dengan apa yang tertulis dalam Injil Yohanes. Informasi yang ada di Injil Yohanes dianggap ditulis atau dikumpulkan oleh seseorang yang mengenal Yerusalem pada masa itu.
Berikut adalah pernyataan langsung dari Francesca Romana Stasolla:
“Temuan arkeobotani ini sangat menarik bagi kami, terutama mengingat apa yang disebutkan dalam Injil Yohanes, yang informasinya dianggap ditulis atau dikumpulkan oleh seseorang yang familiar dengan Yerusalem pada masa itu,”
“Injil menyebutkan adanya area hijau di antara Kalvari dan kuburan, dan kami telah mengidentifikasi ladang-ladang yang ditanami tersebut,”
Proyek Penggalian dan Restorasi
Penggalian ini merupakan bagian dari proyek yang lebih besar yang dimulai pada tahun 2022. Tujuannya adalah untuk melakukan restorasi besar pertama sejak abad ke-19. Proyek ini dipimpin oleh seorang profesor dari Universitas Sapienza Roma.
Restorasi ini memerlukan persetujuan dari berbagai pihak, termasuk pengurus Katolik Roma, Armenia, dan Ortodoks Yunani, serta izin dari Otoritas Purbakala Israel.
Stasolla juga menjelaskan bahwa dengan adanya pekerjaan renovasi, komunitas keagamaan memutuskan untuk mengizinkan penggalian arkeologi di bawah lantai gereja.
Berikut adalah pernyataan langsung dari Francesca Romana Stasolla:
“Dengan pekerjaan renovasi, komunitas keagamaan memutuskan untuk juga mengizinkan penggalian arkeologi di bawah lantai,”
Tim arkeologi telah menemukan berbagai lapisan dari Zaman Besi di bawah basilika, termasuk tembikar, lampu minyak, dan sampel tanah. Artefak-artefak ini memberikan petunjuk tentang bagaimana lahan tersebut berubah dari tambang batu menjadi lahan pertanian dan akhirnya menjadi situs pemakaman.
Penemuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai sejarah dan makna religius dari Gereja Holy Sepulchre.
(lom/dmi)













