Fenomena alam yang menghebohkan terjadi di Nagari Situjuah, Sumatra Barat. Kemunculan tiba-tiba sebuah lubang raksasa atau sinkhole telah memicu kekhawatiran warga setempat. Lubang dengan diameter yang signifikan ini muncul di tengah kawasan permukiman, membuat warga panik dan mencari penjelasan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mengancam keselamatan lingkungan dan warga sekitar. Kehadiran sinkhole ini juga mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan alam yang bisa terjadi kapan saja.
Apa Penyebab Sinkhole?
Lubang ambles atau sinkhole sering kali disebabkan oleh air yang meresap ke dalam tanah. Air ini kemudian melarutkan lapisan batuan di bawah permukaan, menyebabkan rongga yang akhirnya runtuh.

Also Read
Diameter lubang yang muncul di Sumatra Barat dilaporkan mencapai lebih dari 10 meter. Potensi perluasan dan pendalaman lubang ini meningkatkan risiko bagi lingkungan dan keselamatan penduduk.
Proses Terbentuknya Sinkhole
Proses terbentuknya sinkhole melibatkan beberapa tahapan. Air hujan asam mengikis batuan dasar di bawah permukaan, menyebabkan kerusakan. Proses ini biasanya terjadi di daerah karst yang rentan erosi, yang mengandung batuan karbonat seperti kapur atau dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum.
National Geographic menjelaskan bahwa saat air tanah meresap ke dalam retakan dan mengendap di bawah permukaan, air tersebut mengikis batuan. Hal ini menyebabkan pembentukan gua bawah tanah dan lubang-lubang lainnya. Partikel tanah juga jatuh ke dalam celah-celah tersebut, memperluas jurang dan memungkinkan lebih banyak air terkumpul.
Kondisi ini berlangsung secara bertahap, bahkan bisa memakan waktu ratusan atau ribuan tahun sebelum akhirnya terbentuk sinkhole yang terlihat di permukaan.
Faktor Pemicu dan Jenis-Jenis Sinkhole
Beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kekeringan atau hujan lebat, serta aktivitas manusia seperti penggunaan pompa air tanah berlebihan atau konstruksi, dapat meningkatkan risiko.
Terdapat dua jenis sinkhole. Jenis yang paling umum adalah lubang ambles penurun permukaan yang tumbuh lambat. Namun, ada pula lubang ambles runtuhan atap gua yang dapat muncul dalam hitungan jam.
Jenis kedua ini runtuh ketika atap gua menjadi terlalu tipis untuk menahan beban di atasnya.
Pandangan Ahli
Menurut Clive Edmonds, seorang Spesialis Geoteknik, air menjadi faktor dominan dalam sebagian besar kejadian sinkhole. Sekitar 90 persen kasus disebabkan oleh air yang masuk ke dalam tanah melalui proses yang dikenal sebagai karst.
Edmonds menjelaskan:
“Pemicu utama lubang ambles adalah air. Lubang ambles terjadi ketika lapisan batu di bawah tanah larut oleh air.”
Lokasi Rawan Sinkhole di Dunia
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat bahwa kerusakan akibat sinkhole paling banyak terjadi di Florida, Texas, Alabama, Missouri, Kentucky, Tennessee, dan Pennsylvania. Florida sangat terkenal dengan fenomena ini karena tanah berpasirnya berada di atas batu kapur.
USGS memperkirakan biaya kerusakan akibat sinkhole mencapai sekitar US$300 juta (sekitar Rp5,04 triliun) per tahun di Amerika Serikat.
Daerah lain yang juga dikenal rawan sinkhole termasuk Laut Mati dan Semenanjung Yucatán di Meksiko.
Tantangan dalam Penilaian Risiko Sinkhole
Departemen Perlindungan Lingkungan Florida menyatakan bahwa penilaian risiko sinkhole tetap menjadi tantangan. Teknik survei geofisika yang mahal atau pengeboran uji saat ini menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi rongga bawah tanah.
Perlu diingat bahwa sinkhole jarang didahului oleh tanda-tanda seperti retakan atau pergeseran tanah.
Artikel ini ditulis oleh GerhanaIndonesia.













