Jakarta, GerhanaIndonesia – Kabar mengejutkan datang dari konstelasi politik global. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim akan menguasai ladang minyak Venezuela setelah melakukan operasi militer di negara tersebut. Klaim ini muncul setelah penyerbuan tentara AS yang dikabarkan berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro.
Kabar ini mengundang perhatian dunia, terutama karena ketergantungan global pada sumber daya minyak. Trump, melalui unggahan di media sosial Truth Social, menyampaikan rencana pengambilalihan minyak Venezuela yang akan dijual untuk kepentingan Amerika Serikat.
Trump Klaim Kuasai Minyak Venezuela
Donald Trump mengumumkan bahwa “Otoritas Sementara di Venezuela” akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi kepada Amerika Serikat. Minyak tersebut direncanakan untuk dijual dengan harga pasar.

Also Read
Trump menjelaskan bahwa hasil penjualan minyak akan dikelola oleh pihaknya. Tujuannya, menurut Trump, adalah untuk memastikan keuntungan yang diperoleh dapat bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Sejarah Panjang Peran AS dalam Industri Minyak
Aksi Trump ini mengingatkan kita pada sejarah panjang keterlibatan Amerika Serikat dalam industri minyak dunia. Minyak telah menjadi faktor penting dalam kebijakan luar negeri AS, termasuk dalam berbagai intervensi di negara-negara Timur Tengah.
Penemuan dan Perkembangan Industri Minyak
Industri minyak modern dimulai di Amerika Serikat pada tahun 1859 dengan penemuan sumur minyak pertama oleh Kolonel Edwin L. Drake di Titusville, Pennsylvania. Penemuan ini memicu perkembangan industri yang pesat.
Pembentukan Standard Oil dan Pemecahannya
Pada tahun 1890, berdirilah Standard Oil of New Jersey sebagai perusahaan induk yang menguasai berbagai perusahaan minyak. Namun, akibat Undang-Undang Anti-Trust Sherman Act, perusahaan ini terpaksa dipecah menjadi 34 perusahaan terpisah pada tahun 1911.
Ekspansi Global Perusahaan Minyak
Setelah pemecahan Standard Oil, perusahaan-perusahaan minyak Amerika mulai melebarkan sayapnya ke berbagai belahan dunia. Perusahaan Eropa seperti Royal Dutch juga ikut berekspansi.
Penemuan Minyak di Berbagai Negara
Penemuan minyak di Timur Tengah pada tahun 1908 oleh William d’Arcy menandai babak baru dalam industri minyak global. Perusahaan-perusahaan Barat mulai mengeksplorasi ladang minyak di kawasan tersebut. Selain itu, penemuan minyak di Meksiko dan Venezuela juga mengubah peta industri minyak dunia.
Peran Venezuela dalam Industri Minyak
Venezuela, dengan penemuan minyaknya pada tahun 1914, sempat menjadi produsen minyak terbesar kedua di dunia. Perusahaan-perusahaan minyak asing seperti Royal Dutch, Shell, dan Gulf memainkan peran penting dalam eksploitasi minyak di negara tersebut.
Berikut adalah pernyataan langsung dari Donald Trump:
“Dengan senang hati saya mengumumkan Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 JUTA barel minyak berkualitas tinggi yang sudah disetujui kepada Amerika Serikat,”
Trump menambahkan : “Minyak itu akan dijual dengan harga pasar, dan uangnya akan dikelola Trump. Ini untuk memastikan penggunaannya bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat”.
Sejarah industri minyak dunia menunjukkan bagaimana perebutan sumber daya alam ini sering kali melibatkan kepentingan politik dan ekonomi yang kompleks. Klaim Trump atas minyak Venezuela menjadi contoh terbaru dari dinamika tersebut.













