Jakarta, GerhanaIndonesia – CEO Nvidia, Jensen Huang, mengumumkan bahwa generasi terbaru chip buatan perusahaannya kini telah memasuki tahap “produksi penuh”. Kabar ini menjadi penanda kesiapan Nvidia dalam memenuhi tingginya permintaan komputasi berperforma tinggi, terutama di sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Pengumuman ini disampaikan di tengah persaingan ketat di industri teknologi, menunjukkan ambisi Nvidia untuk terus memimpin pasar.
Peluncuran chip terbaru ini menjadi langkah strategis Nvidia dalam mengukuhkan posisinya di pasar. Chip ini diklaim mampu menghasilkan daya komputasi AI lima kali lipat lebih besar dibandingkan chip Nvidia sebelumnya. Peningkatan signifikan ini diharapkan mampu mendorong inovasi di berbagai bidang, mulai dari chatbot hingga aplikasi AI lainnya. Perusahaan juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dari pesaing serta pelanggan mereka sendiri.
Detail Chip Terbaru dan Dampaknya
Peningkatan Performa Signifikan
Dalam pidatonya di ajang Consumer Electronics Show di Las Vegas, Amerika Serikat, Huang membeberkan detail terbaru mengenai chip yang dijadwalkan meluncur akhir tahun ini. Menurut laporan Reuters, chip ini telah diuji oleh perusahaan AI di laboratorium Nvidia. Chip ini dirancang untuk memberikan peningkatan performa yang signifikan.

Also Read
Platform Vera Rubin
Platform Vera Rubin, yang terdiri dari enam chip Nvidia, diperkirakan akan diluncurkan pada akhir tahun ini. Server andalan ini akan dilengkapi dengan 72 unit grafis perusahaan dan 36 prosesor pusat barunya. Huang mendemonstrasikan cara chip-chip ini dapat dihubungkan ke dalam “pod” yang berisi lebih dari 1.000 chip Rubin.
Efisiensi dan Inovasi
Huang mengklaim bahwa hal ini dapat meningkatkan efisiensi dalam menghasilkan “tokens” unit dasar sistem AI hingga sepuluh kali lipat. Untuk mencapai kinerja baru tersebut, chip Rubin menggunakan jenis data eksklusif yang diharapkan perusahaan dapat diadopsi oleh industri secara luas.
Huang menyatakan:
“Inilah cara kami dapat mencapai peningkatan kinerja yang sangat signifikan, meskipun jumlah transistornya hanya 1,6 kali lipat.”
Persaingan di Pasar AI
Nvidia saat ini mendominasi pasar pelatihan model AI, tetapi menghadapi persaingan ketat. Pesaing tradisional seperti Advanced Micro Devices (AMD) dan pelanggan seperti Google (Alphabet) juga berusaha menghadirkan hasil dari model-model tersebut kepada ratusan juta pengguna. Hal ini mendorong Nvidia untuk terus berinovasi dan meningkatkan kinerja chip-nya.
Fitur Baru untuk Chatbot
Sebagian besar pidato Huang berfokus pada efektivitas chip baru untuk tugas ini. Hal ini mencakup penambahan teknologi penyimpanan baru yang disebut “context memory storage”. Teknologi ini dirancang untuk membantu chatbot memberikan respons lebih cepat terhadap pertanyaan dan percakapan yang panjang.
Inovasi Jaringan
Nvidia juga memperkenalkan generasi baru switch jaringan yang dilengkapi dengan jenis koneksi baru bernama co-packaged optics. Teknologi ini sangat penting untuk menghubungkan ribuan mesin menjadi satu kesatuan dan bersaing dengan produk dari Broadcom dan Cisco Systems.
Kemitraan dan Adopsi
Nvidia mengumumkan bahwa CoreWeave akan menjadi salah satu yang pertama menggunakan sistem Vera Rubin baru. Perusahaan juga memperkirakan Microsoft, Oracle, Amazon, dan Alphabet juga akan mengadopsinya. Kemitraan ini menunjukkan kepercayaan industri terhadap teknologi Nvidia.
Inovasi Perangkat Lunak
Dalam pengumuman lain, Huang menyoroti perangkat lunak baru yang dapat membantu mobil otonom menentukan jalur yang akan diambil dan memberikan jejak dokumen bagi insinyur setelahnya. Nvidia mempresentasikan penelitian tentang perangkat lunak Alpamayo pada akhir tahun lalu. Perangkat lunak ini akan dirilis secara lebih luas bersama dengan data pelatihan, memungkinkan produsen mobil untuk melakukan evaluasi.
Pandangan Terhadap Masa Depan
Huang menyampaikan pandangannya tentang masa depan teknologi. Ia menekankan pentingnya berbagi data dan model secara terbuka untuk mendorong inovasi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat perkembangan di bidang AI.
Huang mengatakan:
“Tidak hanya kami membagikan model-model tersebut secara terbuka, tetapi kami juga membagikan data yang kami gunakan untuk melatih model-model tersebut, karena hanya dengan cara itulah Anda benar-benar dapat mempercayai bagaimana model-model tersebut dikembangkan.”
Akuisisi Groq
Bulan lalu, Nvidia mengakuisisi talenta dan teknologi chip dari startup Groq. Akuisisi ini termasuk eksekutif yang berperan penting dalam membantu Alphabet’s Google merancang chip AI-nya sendiri. Meskipun Google merupakan pelanggan utama Nvidia, chip-chipnya sendiri mulai muncul sebagai salah satu ancaman terbesar bagi Nvidia, karena Google bekerja sama erat dengan Meta Platforms dan lainnya untuk mengikis dominasi Nvidia di sektor AI.
Huang menyatakan akuisisi Groq tidak akan mempengaruhi bisnis inti Nvidia, tetapi dapat menghasilkan produk baru yang akan memperluas jangkauannya.
Isu Perdagangan
Nvidia juga berupaya menunjukkan bahwa produk terbarunya mengungguli chip lama seperti H200. Chip H200 sebelumnya diizinkan diekspor ke China oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Chip tersebut, yang merupakan pendahulu dari chip “Blackwell” Nvidia saat ini, sangat diminati di China.
Huang mengatakan kepada analis keuangan bahwa permintaan chip H200 di China sangat tinggi. Chief Financial Officer Colette Kress menyatakan bahwa Nvidia telah mengajukan permohonan lisensi untuk mengirimkan chip tersebut ke China. Namun, perusahaan masih menunggu persetujuan dari pemerintah AS dan negara lain.
(GerhanaIndonesia)













