Jakarta, GerhanaIndonesia – Krisis global pasokan komponen elektronik, khususnya RAM dan penyimpanan (storage), memberikan dampak signifikan bagi industri teknologi. Salah satunya adalah potensi kenaikan harga laptop di pasar Indonesia. Asus Indonesia, sebagai salah satu pemain utama di pasar, telah mengonfirmasi adanya dampak tersebut.
Kabar ini tentu menjadi perhatian bagi konsumen yang berencana membeli laptop dalam waktu dekat. Kenaikan harga, yang dipicu oleh kelangkaan chip memori, diperkirakan akan terjadi di berbagai segmen pasar laptop. Asus sendiri telah mengambil langkah strategis untuk menghadapi situasi ini.
Dampak Krisis Komponen pada Harga Laptop
Muhammad Firman, Head of Public Relation Asus Indonesia, menjelaskan bahwa kenaikan harga merupakan konsekuensi logis dari kekurangan pasokan chip memori. Pihaknya mengakui bahwa langkah ini terpaksa diambil untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah krisis global.

Also Read
“Kenaikan harga merupakan dampak signifikan akibat kekurangan pasokan chip tersebut. Dan Langkah ini mau tidak mau harus kita ambil,” ujar Firman kepada GerhanaIndonesia, Senin (22/12).
Firman menambahkan bahwa kenaikan harga akan terjadi di seluruh segmen laptop. Namun, detail mengenai segmen mana yang akan terdampak paling besar masih dalam tahap penggodokan.
Upaya Asus Menghadapi Krisis
Asus menyadari bahwa krisis pasokan ini tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, perusahaan berupaya mencari solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengoptimalkan pasokan produk yang akan didistribusikan ke pasar Indonesia.
Firman menjelaskan bahwa pihaknya telah memperkirakan produk yang akan dipasarkan, mulai dari model, spesifikasi, hingga kuantitas. Tujuannya adalah menjaga stabilitas harga di tengah kondisi yang sulit.
“Akan tetapi, dengan kondisi saat ini, kita akan terus mengoptimalkan pasokan produk kita, yang salah satu dampaknya akan menjaga stabilisasi harga,” tuturnya.
Kemungkinan Penyesuaian Spesifikasi
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan penyesuaian spesifikasi untuk menekan harga, Firman memberikan sinyal positif. Penyesuaian ini dapat berupa pengurangan kapasitas RAM atau storage pada laptop yang dijual.
Dengan demikian, konsumen mungkin akan membeli laptop Asus di tahun 2026 dengan spesifikasi yang sedikit berbeda dibandingkan produk serupa yang dibeli pada akhir tahun 2025.
Kenaikan Harga Global Dimulai 5 Januari
Asus secara global telah mengumumkan rencana kenaikan harga melalui dokumen internal. Kenaikan harga tersebut akan mulai berlaku pada 5 Januari.
Dokumen internal Asus menuliskan:
“Setelah melakukan tinjauan mendalam terhadap kondisi pasar, stabilitas pasokan, dan komitmen kami terhadap kualitas produk, serta terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan teknis, Asus berencana untuk menerapkan penyesuaian harga strategis untuk beberapa kombinasi produk mulai 5 Januari 2026. Penyesuaian ini merupakan keputusan yang diperlukan setelah menyerap dan merespons tekanan biaya selama periode yang cukup lama.”
Tujuan utama dari penyesuaian harga ini adalah untuk memastikan pasokan yang stabil, menjaga kualitas dan tingkat layanan, serta mendukung perencanaan jangka panjang konsumen terhadap investasi IT yang strategis.
Asus menegaskan bahwa penyesuaian harga ini tidak akan berlaku secara menyeluruh. Perusahaan akan menerapkan penyesuaian harga yang ditargetkan dan strategis pada kombinasi produk tertentu.
(lom/dmi)













