GerhanaIndonesia – Kecerdasan buatan (AI) telah merambah berbagai aspek kehidupan digital, termasuk dalam pembuatan foto. Namun, kemajuan teknologi ini juga membuka peluang bagi penyalahgunaan, seperti penyebaran foto palsu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara mengenali foto AI agar tidak tertipu.
Foto hasil manipulasi AI semakin sulit dibedakan dari foto asli karena kualitasnya yang terus meningkat. Artikel ini akan membahas beberapa ciri khas yang dapat membantu Anda mengidentifikasi foto-foto yang dihasilkan oleh AI.

Also Read
Penyalahgunaan foto AI, mulai dari penipuan hingga pembuatan konten seksual tanpa persetujuan, semakin marak terjadi. Hal ini diperparah dengan mudahnya akses ke platform penghasil gambar AI seperti Grok AI, ChatGPT, dan Gemini.
Oleh karena itu, kewaspadaan sangat diperlukan saat berinteraksi dengan konten visual. Berikut adalah beberapa elemen yang perlu diperhatikan untuk mengidentifikasi foto AI:
1. Manusia dan Hewan
Meskipun AI mampu menghasilkan gambar lanskap yang tampak realistis, tantangan muncul saat menampilkan makhluk hidup. Gambar yang dihasilkan AI seringkali menampilkan keanehan yang mudah dikenali.
Model AI yang kurang canggih kerap kesulitan dalam menggambarkan anatomi manusia. Anda mungkin menemukan jari tambahan, bagian tubuh terpisah, proporsi aneh, atau fitur yang tumpang tindih.
Selain itu, AI cenderung memberikan tampilan kulit manusia yang mulus dan tanpa cela, tanpa detail seperti pori-pori atau kerutan. Hal serupa berlaku pada penggambaran hewan.
2. Perhatikan Objek Lain
Objek utama dalam foto mungkin terlihat realistis berkat prompt yang baik. Akan tetapi, kualitas dan detailnya mungkin tidak konsisten pada karakter lain dan latar belakang gambar.
Inkonsistensi pada objek selain objek utama bisa menjadi indikasi bahwa foto tersebut adalah hasil buatan AI. Perhatikan detail seperti tekstur, pencahayaan, dan bayangan pada berbagai elemen dalam gambar.
3. Pencarian Reverse Image
Jika Anda menemukan gambar yang mencurigakan, lakukan pencarian reverse image menggunakan Google Lens. Google dan OpenAI telah mulai menambahkan metadata khusus ke gambar yang dihasilkan AI mereka.
Metadata ini berfungsi sebagai watermark yang memperingatkan publik tentang asal-usul gambar. Hasil pencarian Google akan menampilkan banner peringatan untuk gambar yang dihasilkan oleh AI.
Pihak yang tidak bertanggung jawab sering menggunakan gambar berkualitas rendah untuk menyembunyikan detail yang mengungkap asal-usulnya. Pencarian reverse image dapat membantu Anda menemukan sumber asli gambar tersebut serta versi berkualitas lebih tinggi.
Selanjutnya, lakukan penilaian risiko. Jika gambar berasal dari sumber terpercaya seperti situs berita, kemungkinan besar gambar tersebut aman. Namun, jika pencarian reverse image hanya menampilkan hasil dari media sosial, Anda perlu berhati-hati.
4. Teks Tak Jelas
Teks cetak dan tulisan tangan adalah salah satu tanda paling jelas dari gambar yang dihasilkan oleh AI. Periksa apakah huruf-hurufnya terdefinisi dengan jelas.
AI cenderung menghasilkan huruf yang kabur dan hanya terlihat meyakinkan sekilas. Model AI yang lebih baru mungkin menghasilkan teks dalam gambar dengan akurasi yang lebih baik, jadi perhatikan juga konteksnya.
Jika gambar tampak berasal dari negara asing dan hanya menampilkan teks berbahasa Inggris di mana-mana, selidiki aspek lain dari gambar tersebut untuk memastikan keasliannya. Ingat, AI dapat menangkap suasana suatu tempat, tetapi tidak selalu detailnya.
Semoga informasi ini bermanfaat dan membuat Anda semakin waspada terhadap foto-foto yang dihasilkan oleh AI.













